Seingatku, sejak pertama kali aku dinyatakan diterima di SMA 8 Yogyakarta yang kupikirkan adalah letaknya. Ya, sedikit memalukan memang aku benar-benar tidak tahu letak SMA 8. Walaupun nggak sampai kesasar, aku tetap saja harus menelfon temanku untuk memastikan lokasiku benar. Mungkin kalau aku bukan siswa SMA 8, aku tidak akan pernah tahu di mana SMA 8 berada. lebay..
Hal kedua adalah di sini permulaan hidupku sebagai hamba Tuhan. Aku memutuskan untuk membeli seragam sekolah muslimah. Aku sendiri tahu bahwa aku memang belum sepenuhnya siap. Selain di sekolah kulepas penutup rambut itu. Tapi aku yakin, inilah yang harus aku lakukan sebagai langkah kecil pertama. Dan terbukti, langkahku berbuah indah kini.
Selanjutnya adalah MOS (Masa Orientasi Siswa). Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari acara ini. Yang berbekas adalah keterlambatanku dan dua orang temanku mengikuti penjelasan MOS di aula karena keenakan makan es krim di Peppermint. Perbuatan bodoh. ;p
Lalu HEP, Hakarya Eka Pakci. Masih tersimpan rapi dalam memori otakku hampir semua yang terjadi saat ospek sekolah itu. Lagipula, tiga tahun aku di SMA 8, 3 kali pula aku merasakan HEP dengan peran yang tentu berbeda. Dan itu semua sangat mengesankan.
Setelah itu, berjalanlah dengan normal kehidupan tahun pertama SMA-ku. Dikejar-kejar pasukan peleton inti karena melarikan diri, berteman dengan orang-orang aneh yang akhirnya justru menjadi akrab sampai hari ini, bergosip, (sok-sok) jatuh cinta, mengenal orang-orang baru yang membawa dampak besar untukku. Intinya tahun pertamaku adalah GREAT.
Menginjak tahun kedua aku mulai (sok) sibuk. Ikut berbagai kepanitiaan yang menyita waktu. Sampai-sampai aku merasa, rumahku hanya sebagai tempat numpang makan dan tidur. Selebihnya kuhabiskan waktuku di sekolah. Tapi gara-gara itu,kekompakan dan keakraban dengan teman satu angkatan menjadi erat. Meskipun tetap saja kami terkotak-kotak, antara anak gank dengan anak alim, golongan elit dan golongan alit, tapi yg terlihat hanyalah persatuan. Cantik sekali.
Dan tahun (lebih tepat bulan-bulan) terakhir, hanya diisi dengan belajar, bimbel, tryout, berdoa, belajar, bimbel, tryout, berdoa. Sampai merasa hilang dari kehidupan. Benar-benar terasing. Tapi semoga sembada dengan hasilnya. Amin.
Kini setelah semua hampir berakhir, yg tersisa hanyalah ucapan syukur atas semua yang terjadi. Alhamdulillah diberi kesempatan menghabiskan masa SMA di jalan yang benar dan menyenangkan serta sempurna menurutku. Alhamdulillah atas pemberian keluarga yang selalu mendukung setiap kegiatanku sehingga tak ada kesempatan bagiku menjadi anak pembandel dan atas teman-teman yang sangat hebat di mataku. Alhamdulillah diberi otak untuk berpikir bahwa yang semua yang terjadi memang tidak selalu yang diinginkan karena Dia selalu memberi yang terbaik bagi hamba-Nya.
arghw,
mb tya.
kaw.
sudah (mau) lulus.
lalu.
dengan siapa saya (ngomongin orang) bercurhat lagi di sekolah ?
siapa lagi tetua yang bisa saya tanyai ?
karna pengalamannya makan asam garam ?
siapa yang lebih tua dari mb tya ?
siapa ??
*hhi*
Alhamdulillah, sma 8 -ku masih no. 3. seneng rasanya adik2ku makin maju. ceritanya kok sama ky saya ya? masuk th 92 sbg pendaftar terakhir (pintu pendaftaran ampir ditutup), kelas 1 menolak diangkat jadi ketua kelas (wali: ibu merry-english), naik kelas 2 masuk jurusan fisika, IIF4 (wali: pak ali-agama), naik kelas IIIF4 (wali: pak pardiyanto-agama), bimbel dengan pa Joko (dosen fak teknik UGM), ikut umptn, lulus masuk Tek. Mesin UGM sebelum pengumuman umptn (sampai skr msh heran kok …?). oiya beliau mengumpulkan 10-an siswa dari sma 1, 3, 8, debrito, stelladuce utk dibimbing dan seluruhnya lulus umptn (?). kalo bisa adik ikutan aja kalo masih ada.
smoga adik mendapatkan yang diinginkan, terus pakai jilbabnya ya ? (soalnya temen sy ada yg buka jilbab lho setelah kuliah).