Saya dan Gigi

Saya baru saja operasi gigi. Ini kedua kalinya geraham bawah saya yang tumbuh melintang diambil paksa oleh dokter gigi. Sebenarnya tidak ada alasan khusus bagi saya untuk operasi, toh saya tidak pernah merasa terganggu dengan tumbuhnya gigi secara tak lazim. Saya cuma sangat patuh sama dokter gigi. Dari kecil saya suka kalau diajak ke dokter gigi. Dari SD sampai SMP cita-cita saya adalah dokter gigi. Mungkin keputusan pasang behel dan operasi adalah dorongan tak sadar saya untuk pergi ke dokter gigi juga. ;p

Ada satu cerita yang ingin saya bagi. Setelah cerita ini, saya harap tidak hanya saya yang jadi rajin ke dokter gigi.

Jadi, beberapa hari sebelum operasi, saya mendengar cerita tentang efek dari gigi yang tidak terawat dari Nadia. Saat itu dia bertanya berapa harga pasang behel, saya pikir dia mau pasang. Dia malah cerita, ada temannya yang pasang behel 10 juta! EWW~ -__-” Saya tanya, keluhannya apa kok bisa pasang behel semahal itu. Ternyata, keluhan awalnya adalah masalah lambung! Lambung bekerja terlalu kuat karena ketidaksempurnaan proses kunyah di mulut. Lalu terjadilah revolusi besar-besaran di mulut teman Nadia tersebut. Wedeh, setahu saya pasang behel paling mahal saja 5 juta, ini 2x lipatnya.

Urusan gigi memang bukan sekedar urusan berlubang, gingsul, dan plak. Mama saya juga pernah mengalami bengkak di leher gara-gara gigi yang tidak beres. Setelah habis ratusan ribu (jaman 10 tahun yang lalu, mungkin kalau dikurskan sekarang jadi jutaan yaa), gigi beres, bengkak pun hilang. Wallahu a’lam.

Rasulullah pernah bersabda,“Sumber dari segala penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu obat” (H.R. Muslim). Dan Rasulullah juga “terlalu pintar” rupanya untuk tahu bahwa sebelum ke perut, ada gigi yang harus dilewati makanan. Kalau mengingat pelajaran Biologi, gigi adalah awal proses pencernaan. Ya kan? :D “Andai saja tidak memberatkan Ummatku, maka akan aku perintahkan (wajibkan) memakai Siwak setiap hendak wudhu” (H.R. Bukhari).

So, perawatan gigi yang benar itu worth banget loh! Bukan sekedar tampil kece (wkwk) tapi juga untuk kesehatan, your whole health!

Cheers! *aduh, sakit! T.T

One thought on “Saya dan Gigi

  1. -__________________________- aku orang yang harusnya operasi gigi, tapi sumpah, paranoid banget sama doketr gigi. ga pernah siap mental. piye iki…. :( (((

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s