Mati Lampu

Semalam mati lampu. Sebentar. Mungkin tidak ada lima menit. Tapi, mati lampu semalam menjadi “istimewa” buat saya. Kenapa? Karena saya sedang di kamar mandi. Tinggal wudhu, cuma tinggal wudhu, eh mati lampu.

Saya bukan orang yang penakut. Artinya, saya juga tidak takut gelap. Hanya saja, semalam perasaan saya tidak nyaman. Di kamar mandi, ruangan kecil, ditemani suara kecipak air, dan gelap. Bayangan saya jadi aneh-aneh. Jangan-jangan di belakang saya ada apa, jangan-jangan kaki saya ada yang megang. Serem. Tiba-tiba saya takut. Mencoba mencari cahaya dari lubang ventilasi di atas pintu namun tidak berhasil. Belum ada lilin dinyalakan di luar sana.

Saya merasa buta.

Dan terbayang oleh saya keadaan lubang kubur. Yang mana pasti juga gelap. Yang mana jauh lebih sempit. Badan saya terhimpit. Belum lagi ditemui oleh Munkar Nakir. Hoaaa… >,<

Tiba-tiba ada cahaya. Ada lilin yang sudah dinyalakan di luar. Alhamdulillah.. Cuma setitik, cuma sedikit. Tidak sampai menerangi ruang kamar mandi. Tapi saya merasa begitu lega. Begitu bersyukur. Saya tidak buta.

Cerita mati lampu seperti ini pernah saya dapat dari Mama, dulu. Beliau bilang,

“Mungkin, orang yang ngga punya amal di dunia akan merasa begitu, takut dalam kegelapan kubur. Tapi pasti beda dengan mereka yang punya bekal akhirat. Kuburnya terang, ga perlu takut,”

 

*peluukkk mamaa*

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s