Kubaca firman persaudaraan,
“sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan
karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justru melukai
aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menjerit
mungkin dua-duanya,
mungkin kau saja
tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping
kubaca firman persaudaraan,
dan aku makin tahu, mengapa di kala lain diancamkan;
“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain..
kecuali orang-orang yang bertaqwa”
(Salim A. Fillah – Dalam Dekapan Ukhuwah)
*dedicated for everybody-knows-who :’)
tadinya aku berharap kamu ada seminggu yang lalu, saat aku terbaring dengan infus di tangan
tapi ternyata tak ada wajahmu di antara mereka, bahkan sekedar titipan salam atau doa
katanya, kau tak dengar kabar berita. padahal… ah sudahlah.
memang salah berharap pada manusia, hanya akan menuai kecewa
semoga, kau baik-baik saja di sana, di tempat yang tak kami tahu ada di mana…
