Simbah Gugel

Saya barusan iseng: mengetik nama saya di simbah Gugel. Hihi.. Hasilnya? LUCU! Coba deh! ^_^

Nama saya muncul di FESBUK (jelas -_-”), di blog teman-teman (yg bahkan ada yang saya baru tahu kalau dia menuliskan nama saya di blognya. haha), di blog orang-orang tak dikenal (bukan ngeksis, tp gara-gara pernah jadi sumber wawancara Republika. Hihi), sampai hasil try out “Tobat” di Teknik UGM tanggal 2 Desember 2007 (weh, hasil try out saya bagus lo ternyata, walaupun ditulis “Coba lagi”. Wkwk. :D ).

Dulu, saya pernah diberi tahu Mas Sunu bahwa suatu saat nanti akan datang masa di mana seseorang yang melamar kerja tidak perlu membawa CV, tapi cukup memberi tahu nama lengkapnya dan perusahaan akan melakukan searching di simbah Gugel, seperti yang barusan saya lakukan. WOW~ Keren ya? Dan kalau dia mah, saya percaya. Namanya pasti muncul di mana-mana, maklum orang IT yang pinter. Tapi kalau di search ternyata munculnya cuma FESBUK gmna dong? @.@

Makanya, saya punya cita-cita pengen penelitian terus dipublish di mana-mana termasuk dunia maya. Hahaha.. *konyol :p

Dan Al Maa’idah: 35 Pun Menjadi Penutup yang Mengawali (diri..)

Manusia. Gumpalan daging lengkap dengan pernak-perniknya. Digerakkan jiwa. Diisi ruh. Ketiganya butuh suplemen. Butuh makan. Butuh istirahat. Pun butuh jeda.

(escape the physics)

Seperti yang saya lakukan beberapa hari terakhir. Akhir pekan lalu bergembira ria bersama kawan-kawan lama. Pergi ke Dataran Tinggi Dieng. Bersuka, penuh canda, gelak tawa, juga haru air mata. Jiwa saya membuncah bahagia. Yang lapuk pun akhirnya menjadi muda. Tersapu sudah debu-debu kelabu di pelupuk jiwa. Terbang. Hilang. Dan tersisalah senyuman mengembang.

Tapi akhirnya harus saya sadari. Jiwa adalah tetap jiwa. Lapisan kedua hakikat manusia. Tidak akan ia sanggup menembus lapisan tertinggi keawaman manusia. Ruh.. Ruhani.. Ia lapar, ia lengah, jengah! Tergesa memang. Tapi kesadaran itu pun menyentak! Bergegas saya melangkah tegas. Pergi. Melanglang. Ditemani seorang kawan kami menanti kereta yang akan membawa saya ke arah barat. Mencari kitab suci barangkali. Stasiun dan satu jam. Ucapan selamat tinggal dan lambaian tangan terakhir darinya meyakinkan saya. Perjuangan hati baru dimulai. Mempertajam nurani. Biar ia tenang, biar ia lunak. Biar meski sejenak, ia menghubungkan diri ini dan pemiliknya.

Hari ini saya kembali. Menatap cakrawala. Menggenggam senja yang hampir tiba. Menapaki realita dunia. Memberi kepercayaan pada diri bahwa tak mengapa menghilangkan diri dari dunia yang berjalan tak searah dengan nurani. Daripada menyakiti, apalagi sampai menimbulkan kontroversi. Yang berjalan, berjalanlah. Yang berlari, berlarilah. Tetaplah untuk terus melangkah. Jalanmu milikmu sendiri. Maka yang menenangkan akan selalu dimenangkan. Karena begitulah syarat kebenaran.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maa’idah: 35)

Inyonx’s Birthday

First of all,

“HAPPY BIRTHDAYY INYOONXX!!!!”

Kemarin maghrib di-SMS Erot:

“Cimb, ayo ikutan krumah inyonx, dy ultah”

Wew. Sebenernya sih gak tau kalo Inyonx ultah, tapi berhubung lagi nggak ada kerjaan, jadi mari mang saja saya. Hho. By the way, Inyonx itu temen SMA saya. Nama aslinya Armando, tapi karena dia dari Purwokerto which has ngapak language, jadilah dia dipanggil Inyonx. Hehe.

Saya bilang sama Erot (note: nama aslinya Eros. Yah, tau lah kira2 kenapa jadi dipanggil Erot =P), mau ikut asal dijemput, soalnya saya nggak tahu rumah Inyonx. Setelah bla bla bla SMS-an, jadilah Erot dan Genjix (haha, ini nama orang nggak ada yang bener ya ternyata?) ke rumah saya untuk menjemput saya dan mobil saya. Di jalan, Erot setengah kaget berteriak,

“Weh, Pencenk! Lupa belom tak kabari!”

Gubrak! Ini temen tega bener, melupakan teman yang lain. Ckck. Akhirnya secepat kilat Erot menelpon Pencenk untuk memintanya menunggu di pinggir Jakal. Pencenk ini punya nama asli Suke. Sebenernya, ada sejarah panjang atas namanya sekarang, tapi saya nggak apal dan nggak berniat ngapalin juga. Hehe. Setelah Pencenk terangkut, kami langsung menuju rumah Sasya untuk menjemput Sasya dan Edo. Ternyata untek-untekan juga ya, Jazz diisi 6 orang. Hehe.

Setengah jalan, baru pada ribut beli kue buat Inyonx. Tadinya di jalan saya sudah ngingetin Erot, tapi dia bilang Sasya yang beli, ternyata itu hanya fiktif belaka. Muter lagi ke Ola, beli kue blackforest kecil yang dibayarin Pencenk. Hihi. Setelah itu, beneran kami menuju rumah Inyonx di Jalan Wonosari. Wah, saya baru tahu, rumah Inyonx mblusuk2, lebih mblusuk dari rumah saya. Asiik. Haha.

Sampai sana, lhadalah, dia tidur! Dibangunin Mamanya nggak bangun2. Jadilah kami disuruh masuk kamarnya aja buat nyuruh dia niup lilin. Dasar Inyonx.. -_-”

Nah, habis itu acara yang ditunggu-tunggu: MAKAN-MAKAN!! Inyonx mengajak kami menuju ke bakmi Jowo deket Gembiraloka. Tapi, eh.. Mobilnya kan udah penuh? Ah, nggak papa, Inyonx kan bisa diseselin duduk di depan sebelah sopir. Wkwk. Tempat makannya lumayan enak, karena lesehannya besar. Kami jadi bisa duduk melingkar. Tapi rupanya belakang kami kalau siang dipake jadi pasar, jadi yaa aromanya agak semriwing gitu. Nggak penting juga sih. Hehe.

Dua nasi goreng, satu magelangan, dua bakmi goreng kuning, satu bakmi goreng tanpa sayur, dan satu bakmi godog kami pesan plus minum, kerupuk, dan sate uritan (bener gak namanya?) kami habiskan tepat pukul 22.00. Setelah itu, satu jam kami habiskan untuk foto-foto (masih di Edo nih fotonya), ngobrol-ngobrol, gojek kere, mengenang kejadian-kejadian saat SMA. Ah, inilah senengnya kalau lagi ngumpul, nostalgilaa. Pantesan ya dari dulu orang-orang bilang,

Masa SMA adalah masa yang paling indah..

Hihi. Ternyata ya kalau udah kuliah gini baru kerasa. Tapi anyway, bakmi gorengnya kemanisan deh. Ya, mungkin karena saya sudah manis ya? Wakaka.. Finally, jam 23 kami masuk Jazz dengan (masih) untek-untekan. Nganterin Sasya sama Edo, nganterin Pencenk, dan nganterin saya tentu saja. Eh, Genjik is the Top driver and Erot is the Jos co-driver loh! Kilat banget nganterinnya! Baru kedip bentar, buka mata, eh saya sudah ada di depan rumah. Hahaha..

Genjik, Edo, Erot, Tya, Sasya, Pencenk, Inyonx

Mendaki Merbabu

Tanggal 5-6 Juni kemarin saya dan 11 lelaki perkasa (haha) berangkat mendaki Gunung Merbabu. Mendaki gunung adalah passion lama yang sebenarnya sudah hampir tak lagi saya ingini. Tapi gara-gara “kepanasan” mendengar cerita Edo tentang Gunung Lawu akhirnya passion itu kembali menyerang dan saya menyerah. Saya memutuskan ikut naik. Biar pun perempuan sendiri saya gak peduli. Yang penting naek gunung! Ahaha.

Siang itu, sesuai rencana, kami, 9 orang dari Fakultas Hukum (Edo, Cukong, Isnan, Punta, Mas Maul, Mas Ibung, Fahmi, Herman, Endi), Hafidh teman SMA saya anak FEB, Dita anak Teknik Sipil teman SMA-nya Punta, dan saya dari Psikologi, berumpul di depan lembah jam 13.00. Tapi sesuai perkiraan juga, kami baru berangkat ke Selo, Boyolali sekitar jam 14.00. Berduabelas bonceng-boncengan motor. Caby saya ikut lo! Tapi bukan saya yang nyetir, nggak berani. Saya milih diboncengin saja. Haha. Dua jam perjalanan kami sampai di basecamp. Parkir motor, makan nasi telor (tapi saya enggak), dan minum teh panas. Setelah packing ulang carrier masing-masing kami sholat Ashar dulu dan berangkat meninggalkan basecamp pukul 17.30.

Satu jam perjalanan, kami muter-muter terus. Punta dan Mas Maul yang sebelumnya pernah ke Merbabu merasa jalannya salah terus. Akhirnya diputuskan untuk kembali ke titik awal. Punta dan Dita, anak-anak 2009 yang sudah jadi para pembaurekso gunung, turun kembali ke basecamp untuk menanyakan rute. Dan benar, kami salah belok. Kami ulangi perjalanan kami. Jadi itungannya kami baru berangkat pukul 18.30 deh.

Saya sendiri nggak banyak persiapan. Olahraga cuma di H-7, itu pun nggak setiap hari saya jogging. Modalnya cuma nekat, niat, dan semangat. Saya pikir saya bakal kuat karena dulu waktu kelas 1 SMA saya memang pernah mendaki Merbabu juga. Eladalah.. Ternyata nafas saya sekarang pendekk sekaliii! Sesek banget baru 1,5 jam jalan! Gara-gara nggak pernah olahraga nih. Akhirnya karena mempertimbangkan waktu, daripada kami banyak berhenti, Punta si Jagoan Neon meminta carrier saya! What?! Sumpah sebenernya saya nggak enak hati sekalii. Tapi dia bilang nggak papa. Dan.. Dia membawakan carrier saya sampe camp! Hoaahhh.. Bener-bener jagoan sekali diaaa.. *terharu* Mana sebelumnya senter saya ilang dan dia kasih senternya ke saya. Haduh, savior sekali bocah itu *applause*.

Kurang lebih jam 12 malam kami sampai di padang. Rencananya kami akan nge-camp di Sabana I, sekitar satu jam perjalanan dari padang. Tapi ketika kami break di padang, Cukong teman kami datang dengan nafas yang tinggal seperempat (atau malah seperdelapan?) dan langsung ambruk di sebelah saya. Sudah mau mati kayaknya dia. Dia bilang sudah nggak kuat minta nge-camp. Akhirnya kami nge-camp lah di padang. Tim langsung dibagi 2, tim masak dan tim pendiri tenda. Saya, Dita, dan Hafidh memilih jadi tim masak saja. Kami bikin teh panas dan masak sarden. Untuk nasi, kami sudah bawa bekal dari basecamp tadi. Satu setengah jam mendirikan 3 tenda dan makan kami pun istirahat di tenda masing-masing. Karena saya perempuan sendiri saya dikasih bonus satu tenda yang untuk berdua saya tempati sendiri. Hihi. Oya, nggak lupa sholat jama’ Maghrib Isya dulu dong sebelum tidur (walaupun sambil gemetar kedinginan mengamini Al Fatihah yang dibaca Edo. Brrr..)

Paginya kami nggak ada yang berniat mengejar sunrise. Hanya Punta dan Dita yang sempat melihat sunrise di camp. Yang lain (termasuk saya) masih mlungker di sleeping bag masing-masing. Ahaha. Tenda paling besar yang diisi 5 orang saja “terpaksa” bangun karena ada salah seorang nge-bom di dalamnya. Haha. Kalau nggak gitu nggak bangun-bangun mungkin. Jam 6.30 kami mulai perjalanan kami ke puncak. Kali ini wajah-wajah letih terlihat lebih bersemangat karena sepanjang perjalanan kami berfoto-foto. Sekitar pukul 7.40 saya dan teman-teman yang berjalan agak belakang sampai di puncak Kenteng Songo. Alhamdulillaaahhhhh…. Foto-foto lagi dan masak-masak lagiiii.. Nggak tahu siapa duluan yang nyampe, pokoknya saya sampai sana sudah ada Endi, Cukong, Fahmi, Mas Maul, Mas Ibung yang sudah “bukak dasar” mau masak! Ahaha..

9.30 kami turun lagi. Sampai camp tadinya beberapa dari kami berpikir akan langsung packing turun gunung. Ternyata? Masak lagiiiii… Haha. Dengan alasan mengurangi beban punggung dan mengalihkan beban ke perut. Ada-ada sajaa.. Rencana turun jam 12, tertunda lagi, tapi kali ini bukan karena masak, tapi karena HUJAN. Cukup deras memang  sampai makan pun akhirnya kami lakukan di dalam tenda sambil bercerita dan guyon bin gojek kere menunggu hujan reda. Jam 13 diputuskan apapun yang terjadi kami harus turun agar tidak terlalu malam sampai Jogja. Dan ya, meskipun masih hujan kami pun packing dan bongkar tenda. Tanah yang tadinya padat sudah menjadi lumpur seperti saos coklat karena disiram air hujan. Mak plenyukk dah.. Anyway, kali ini saya bawa carrier lho, nggak jadi anakbawang anakbawang amat. Hehe. Di perjalanan pulang, karena licin itu tadi saya banyak sekali dibantuin sama Fahmi dan Mas Ibung. Hehehe. Men of Merbabu, mereka yang selalu jadi penyisir belakang. Joss lahh!

Thanks God, perjalanan turun cukup lancar meski banyak yang ngesot-ngesot, sliding, tapi kami berhasil sampai basecamp pukul 17. Ganti pakaian, sholat, dan ngeteh duluu.. Satu jam kemudian kami sudah siap untuk turun kembali ke Jogja. Tapi waiiiittt….!!! Ketika kami baru 200 meter turun, ada yang menghampiri.

“Motor yang dibawa Isnan bocor!”, kata Mas Ibung.

“Motormu, Cim!”, kata Edo mengingatkan.

“What??!! Iya! Waduh!”

Caby bocor ban belakangnya sodara-sodara. Saya sedih sekaliii. Tapi untuk naik lagi, motor apapun nggak bisa buat boncengan. Akhirnya sekitar 4 motor yang sudah turun diminta menunggu di depan Polsek saja karena di atas ada tempat tambal ban. Ya sudah, kami manut. Perjalanan turun menggunakan motor ternyata lebih ngeri daripada ketika turun gunung. Jalannya nggronjal dan menukik tajam, plus dingin dan yang paling serem adalah nggak bisa ikut ngerem (ya iyalah, namanya juga mbonceng!). Tapi syukurlah kami selamat sampai depan Polsek. Nge-mie ayam dulu karena tadi di basecamp tidak sempat makan. Maaf ya yg lain.. Menunggu Isnan dan rombongan sampai jam 19.30 langsung ngebuttz menuju Jogja. Eh terima kasih untuk Isnan untuk nambalin ban si Caby. Hehe.

Alhamdulillah sekitar jam 21 kami sampai di boulevard UGM. Melipat tenda, merapikan barang-barang yang saling terbawa, dan kembali ke rumah masing-masing. Lelah, tapi sangat menyenangkan berpetualang bersama mereka. Teman-teman baru yang lucu-lucu. Hihi. Sampai rumah jam 10, mandi, sholat, dan hoaahm.. Zzzzz..

..DOKUMENTASI

Kiri: bareng Jagoan Neon, Kanan: bareng partner all along the way

THE ROMBONGANS

Atas: Mas Ibung, Edo, Mas Maul, Fahmi, Cukong, Hafidh, Endi

Bawah: Tya, Herman, Punta, Isnan, Dita

(Thanks to you, guys.. ^o^)

G.O.S.S.I.P

Saudara-saudara yang dirahmati Tuhan, memang benar firman-Nya yang mengatakan bahwa manusia dilarang menggosip. Meskipun ada sisi baiknya, yaitu menambah pengetahuan sehingga tidak dianggap kuper, serta meningkatkan rasa percaya diri Anda di lingkungan pergaulan sehingga Anda tidak cengok, tapi sekali-kali jangan! Jangan bergosip! Jangan bergosip yang tidak pasti maksudnya. :D

Karena Saudara-saudara, aku baru saja mengalami yang namanya SALAH BERGOSIP! Haha. Stupid. Jadi ceritanya aku mendapat gosip dari orang yang dipercaya, bahwa temanku jadian sama seseorang. Sebut saja yang laki-laki Yref dan yang wanita Otis. Ketika itu juga tim gosip (baca: aku dan 2 teman wanita lain) langsung mengkroscek berita itu karena yang laki-laki adalah teman bermain dan online kami. Kami buka laptop, mengonekkan laptop dengan dunia maya, dan berselancarlah kami di sana. Blog dan Friendster menjadi sasaran empuk. Berlagak sok detektif, kemringet, deg2an, baterai laptop yang sekarat, ditambah koneksi yang lemot semakin membuat kami bersemangat. Tapi sayangnya info yang bisa kami dapatkan cuma sedikit, seupil malah.

Sudahlah, nggak apa. Yang jelas kami langsung merencanakan online malamnya untuk ‘menyerang’ si Yref. Strategi pun disusun. 6 orang dikumpulkan dalam sebuah conference, tanpa mengundang Yref tentunya. Kemudian dengan cukup alot menyuruh seseorang di antara kami untuk membuka ‘hot gossip’-nya. Daripada terlalu lama, akhirnya aku dengan sangat PD-nya menuliskan : Yref jadian sama Otis. Bermacam reaksi pun muncul. Tidak percaya, kaget, tapi ada keanehan yang terjadi. Salah satu temanku (yang sekarang menjadi teman kuliahnya Otis) cuma bilang, “Oh, iya. Yref Irbas kan?” Loh-Loh-LOH!! Teman kami kan Yref Nawaites?!

Gubrak! Jadi ternyata Saudara-saudara, wanita bernama Otis itu memang jadian, tapi bukan sama Yref teman kami, melainkan Yref lain. Memangnya Yref di dunia ini cuma ada 1?! Padahal kami sudah sangat seru membicarakannya. Sudah menyusun strategi perang status di YM, merumuskan kata2 pertama yang akan diluncurkan untuk ‘melabrak’ si Yref, bahkan ada seorang teman yang merelakan waktu rapatnya hanya untuk mendengar gosip yang sangat ‘HOT’ ini. Haha. Kasian deh lu. :P

Karena ini adalah sebuah kedodolan yang amat sangat, akhirnya kami pun membongkar kedok kami di hadapan Yref. Membiarkan dia turut mengetahui apa yang terjadi selama ini, ups, sehari ini. Dan semoga dia bangga tidak menyesal mempunyai teman-teman yang detektif korban gosip abis ini. Kasian deh kitaa.. :P

crazy nite with crazy guys

Huah. Sudah lama nggak jalan2. (SOK) sibuk gitu deh. Online aja nggak pernah, mau jalan2. :P Tapi teman ePh.civillization yang suka online bareng memang mulia hatinya, mengajakku jalan2 hari Jumat malam kemarin. Planningnya sih cuma mau nonton James Bond terus makan Gudheg Pawon. Habis itu yang perempuan (baca: aku, Nisa, Ussy) mau nginep di rumah Ria. Tapi ternyata nggak jadi. Planningnya kacau gara2 nggak dapet tiket James Bond. Padahal jam midnite loh, kami kira sepi, ternyata sold out. Huhu.  Jadi begini ceritanya..

Setelah pergi dari Amplas jam 10.30 PM, mutung nggak dapat tiket, kami berenam (dengan dua personil laki2: Ian dan Ferry) memutuskan nonton di Moviebox. Film bodoh dan menjijikkan yang dipilih Ian (baca: Jackass I) membuat kami ingin segera pergi. Jadwalnya jam 12 AM film selesai, tapi jam 11.30 PM kami sudah menuju rumah Ria untuk berganti kendaraan. Dan jeng-jeng! Jadilah kami berenam uyek2an di dalam mobil menuju ke next destination.

Gudheg Pawon. Beberapa minggu yang lalu sudah pernah sih ke sana. Tapi Ussy dan Nisa belum pernah, jadi ya mari kita ke sana. Selesai makan, Nisa nggak mau langsung pulang. Nggaya dia, habis UTS boleh pergi nginep sama Mamanya, terus minta jalan. Huu. :P

Awalnya sempat bingung mau ke mana, sudah jam 12 AM begini. Tapi, oke, sekarang kita muterin Alun-alun Kidul menuju Alun-alun Utara. Rencananya mau foto2 dulu di Tugu, yah ternyata rame banget. Ada ‘pemotretan’ juga di sana. Ya sudah, ke jembatan Kewek saja. “Kayak Dony tu lo”, kata Ferry. Setelah nitip mobil di K-24 dengan bayaran vitamin C beberapa bungkus, kami jalan ke atas jembatan. Bukan jembatan sebenarnya, itu rel kereta api. Ternyata pemandangannya bagus lo, background nya kayak di luar negeri. Hehe. Sempat ada 2 kereta api lewat. Hii, sereem. Keretanya benar2 di samping kami. Cuma bisa jongkok, teriak-teriak, dan tertawa bersama. “Ini gila! Ini gila! Hahaha.”. Kami habiskan waktu sampai pukul 2:15 AM. Orang lain pada baru bangun buat Tahajud, kami malah sedang bergila-gilaan. Astaghfirullah. :P

Belum puas juga, kami menuju ke Bunderan UGM. Foto2 lagi di sana. Berhubung setelah itu waktu ternyata menunjukkan pukul 3 AM, Ian pun berkata, “Tanggung ki wes yah mene. Aku bali Subuh wae. Ndelok sunrise wae yo!” (Nanggung nih sudah jam segini. Aku pulang Subuh aja. Lihat sunrise saja yuk!) Aku dan Ria paling keras menolak usulan itu. GIla apa?! Kami berdua ada acara di kampus besok paginya. Aku jam 7 AM, Ria jam 7.45 AM. Mau tidur jam berapa?! Tapi kami kalah suara (ya iyalah, 4 banding 2 gitu). Huhu. Akhirnya TERPAKSA ngikut deh. To the next and must be the last destination. Pantai Depok.

It’s totally a dumb idea. Mosok mau ke Pantai Depok di pagi buta?! Tapi marilah, kita lengkapi kebodohan dan kegilaan ini sampai pagi. Perjalanan satu jam. Aku nggak begitu tahu apa yang terjadi di jalan karena aku memilih tidur. Aku pikir Psycho Trip ke Solo akan melelahkan dan memaksaku untuk bangun. Jadi ya aku harus men-charge energiku. Sampai Pantai Depok kami menemukan masjid. Sepi, nggak ada orang di sana. Alhamdulillah. Ada tikar pula. Seperti berkomunikasi dengan pikiran, yang perempuan mengambil 2 tikar, dibawa ke ruang sebelah tempat sholat, digelar, di tata, dan blek, kami tidur bergelempangan. Yang laki2 tidur di karpet ruang sholat. Waktu itu menunjukkan pukul 4 AM, harusnya sudah Subuh, tapi sebentar ah, tidur dulu. Kalau aku sih, sedang kedatangan ‘teman baik’ jadi santai2 saja. Haha. Rupanya setengah jam juga sudah cukup untuk sekedar menghibur mata kami yang minta dipejamkan. Keluar dari masjid menuju pantai, wahh, ombaknya besarr, langitnya mendung, sunrise jadi nggak begitu terlihat. Kali ini aku memberi batasan keras, jam 5 AM harus sudah pergi dari pantai, “Aku kumpul jam tujuuuuuhh” rengekku. Biarin dimarahin, dibilangin nggak asik, gimana lagi dong?

Kecewa sebenarnya nggak melihat sunrise, tapi berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 5 AM, aku memaksa pulang. Di jalan yang kami lakukan adalah meratapi ketidakpercayaan kami pada apa yang kami lakukan malam itu. Semalam bersama, tanpa planning, sampai pagi. Mulai dari makan, ke atas rel dengan 2 KA melintas, ke UGM, sampai ke Pantai Depok. U crazy guys! (but i’m proud of us :D ).

p.s: mamaku sudah lihat foto-foto kita. dan aku nggak dimarahin. jadi kapan2 mari kita ulangi lagi! ^^

Reuni ePh Civillization (telat)

Tulisan ini seharusnya sudah kuposting seminggu yang lalu. Tapi karena terjadi kesalahan teknis, koneksi error sehingga draftnya ilang, maka baru bisa kuposting sekarang. Dan terutama lagi, postingan ini atas permintaan Bariah yang waktu itu nggak ikut. :D

Jadi, minggu lalu, tepatnya tanggal 5 Agustus 2008, ePh Civillization-ku reunii! Yes! Itupun ndadak pake pembatalan acara dulu sebelumnya. Tadinya kami mau menginap di villa keluarganya Ima di Kaliurang. Tapi karena member yang bisa ikut cuma sedikit, akhirnya dibatalkanlah acara itu. Dan demi terkumpulnya mayoritas member, maka akhirnya reuni jadi kami laksanakan di Ledok Gebang Fishing and Resto, daerah Candi Gebang. Acaranya: MAKAN-MAKAN dong! Hihi. Giliran makan-makan aja, baru deh pada datang. Dasar.

Dan aku, Ima, Saila, Yudi, dan Dony berniat mentraktir mereka. Kami sekedar ingin melaksanakan syukuran atas bertambahnya usia kami (dan berkurangnya umur kami), kecuali Dony yang akan melanjutkan kuliah di Bina Nusantara (Binus) Jakarta. Jadi untuk dia, ini adalah farewell party-nya.

Thanks to Ussy dan Nisa yang sudah mau menghubungi dan mengoordinir teman-teman. Mengumpulkan mereka di Amikom karena banyak yang belum tahu tempatnya dan memastikan semua oke. Cup cup muah buat kalian. Dan sesuai jadwal, kami semua harus berkumpul di Ledok Gebang jam 12pm. Ima dan Dian yang berangkat sendiri sudah sampai duluan di sana. Disusul Ussy-Nisa dkk. Nah lo, malah aku yang telat. Hehe. Aku sama Kodox rapat dulu euy! Rapat para Delayota-fresh-graduate. Hihi. Pokoknya setelah aku sampai sana sudah komplit, tinggal nunggu makanan datang. Asiknya.

Semua terasa lancar, sampai pada sekitar jam 1.30pm ada seseorang yang belum datang juga. Ialah Yudi. Bukan apa-apa, (karena sebenarnya ada belasan orang yang nggak datang) tapi karena dia salah satu pentraktir! Gawat aja gitu kalau dia sampai nggak datang. Ternyata setelah ditelpon Saudara-saudara, dia LUPA! Bagus. Tapi akhirnya dia datang kok, meskipun harus diancer-anceri lewat telpon dan jadi rada lama. Huff, selamat deh. :D

Acara pun berakhir dengan foto-foto bersama. Cihuy! ^^

(Wes, kui Bar. Fotone nyusul yo, aku lagi ngenet ning kompie soale. Hehe.)

Ungaran 1 2002 Reunion

Alhamdulillahh. Reuninya terlaksana juga. Setelah sejak SMP cuman slentang-slenting kabar-kabur mau reuni, ternyata baru terlaksana setelah kami lulus SMA. Haha. Sudah mau mencar soalnya, jadi mungkin dalam waktu 2 minggu waton niat-rembugan-dadi. :D

Mungkin seharusnya acara yang berlangsung 9 Agustus 2008 kemarin diberi tema “After 6 Years” ya? Karena kami dulu satu kelas dan menghabiskan banyak waktu bersama selama 6 tahun, baru bisa berkumpul lagi 6 tahun kemudian. Hihi. Tapi mungkin karena cukup lama nggak bertemu, jadinya kemarin yang datang hampir semua. Pengin kangen-kangen sih. Dari 44 orang member, 22 laki-laki dan 22 perempuan, ada 40 orang yang hadir! WOW. Yah, meskipun beberapa ada yang tidak mengikuti acara sampai selesai, tapi setidaknya database bisa diisi. Hue2.

Oya, kami bikin kaos juga loh. Hihi. Gambarnya Smurf pake seragam SD. Begitu pada datang langsung dibagi dan DIPAKAI! Ahaha. Lucu sekali pokoknya. Dan meskipun 6 tahun berpisah, sepertinya kami masih seperti anak SD yang lari-lari sana-sini, cekakakan, pacok-pacokan. Aduh aduh, nggak berubah lho..

Diawali dengan ngaretnya waktu pelaksanaan, kami jalan dulu ke SD tercinta untuk apa lagi kalau bukan  untuk berfoto. Hehe. Dari jam 5 sampai Maghrib foto teruss. Setelah itu balik ke rumah Lita dan dilanjutkan dengan acara perkenalan. Pertamanya aku sebagai pembuat rundown ragu sama acara yang satu ini. Karena  memang seolah nggak penting, sampai diketawain panitia lain juga. Tapi kenyataan menunjukkan bahwa beberapa dari kami sudah berubah, baik fisik maupun sifat, sehingga cukup membuat suatu komentar : Hah? Itu si itu? Nggak salah dong ‘diperkenalkan’ lagi. Hehe. Memang aku jenius! Halah. Habis itu saatnya makan! Dilanjutkan dengan menonton film. Iya, film kami. Dulu kami sering ada kegiatan bersama dan difilmkan. Dari outbond, piknik, kemah, sampai wisuda. Aduh, isin tenan. Kami jadi saling cela. Lha mukanya pada katrok bin ndeso ajaib semua gitu. Apalagi waktu shoot adegan ‘tangis (sok) haru’ wisuda di Aula. Hedeh. Bikin maluu deh. Dasar anak SD. :P

Akhirnya acara selesai jam 9pm lebih sedikit. Dan acara ini tidak dapat terselenggara dengan baik tanpa kebaikan Lita atas pinjaman rumahnya, Adrie yang mengoordinir panitia, Andi buat cateringnya, Desti dan Adi atas kerelaan pulsanya menghubungi teman-teman yang lain, Nisa dan Pram yang nguyel2 nyuruh aku bantuin, Fay atas foto-foto dan teman-temannya yang mau membantu mengabadikan momen kita ini, Banu yang jadi MC, semua panitia pokoknya, dan terutama sekali semua member SD Ungaran 1 tahun 2002 untuk kehadirannya. Muah2 buat kalian. Sukses semua yhaaa.. :)

Eh, katanya mau reuni 4 tahun lagi? ^^

*aku yg pake celana kuning. kata Fay (kananku dilihat dari foto): MENGUASAI :P

Main, main, aku suka bermain!

Hore! Aku pergi bersenang-senang juga akhirnya. :)

Dalam rangka liburan para siswa (cih, siswa? MAHAsiswa dunk ;) ), kemarin adek dan sepupuku ngajakin berenang ke Waterboom di Solobaru itu yang lagi booming itu. Tempat berenang yang ternyata bernama Pandawa Water World itu sebenarnya bukan di Solo seperti yang selama ini santer terdengar, tapi Solobaru (atau Solo Baru?). Jadi kalau dari Jogja, nanti habis Klaten, terus Delanggu. Nah, nanti di Delanggu ada pertigaan, belok kanan saja langsung, jangan lurus ke Solo, nanti malah muter-muter. Habis belok, ikuti jalan lurus. Nanti setelah Singapore Piagiet Academy ada belokan ke kiri, belok saja. Ada patung kereta kuda putih di sana. Lurus sampai mentok. Ternyata tempatnya masuk ke perumahan, tapi aku nggak tau namanya perumahan apa. Hehe.

Sekalian info, harga tiket masuk:

- Hari Senin: Rp35.000,00/orang
- Hari Selasa-Jumat: Rp50.000/orang
- Hari Sabtu, Minggu, Libur: Rp100.000/orang

Tiket dihitung harga penuh kalau tinggi badan mulai dari 80 cm. Padahal aku juga nggak liat ada pengukur tinggi badan di sana. Hihi.

Nah, berhubung adekku tahun ini mau masuk SMP, dia dan mama pergi pagi-pagi buat daftar. Eh, ternyata tetap saja selesainya baru jam 11am. Berangkat pas habis Dhuhur. Perjalanan yang diramalkan memakan waktu 2 jam ternyata hanya 1,5 jam! Hore! Tapi sampai sana, glek! Ruamenee cah, gek panase yo edan-edanan!! Wuah, hasrat berenangku langsung lenyap. Koyo cendol je, ogah banget. Jadilah aku dan si tante menjadi penunggu tas. Sambil baca komik, makan Silverqueen, duduk manis. Haha. Terus moto-motoin yang pada berenang dan minta tolong difotoin juga. Hehe. Nih fotonya :D

Dan nggak kerasa sudah jam 4. Sebenarnya malah pas mulai sepi lo jam segitu, tapi karena aku ada janji diajakin ke penutupan FKY aku minta pulang deh. Mana belum pada makan siang juga. Akhirnya kami cabut dan makan soto dulu di Klaten. Hehe.

Sampai Jogja sudah jam 6.30pm. Kalau pulang dulu, nanti kemalaman sampai FKY-nya. Ya sudah, minta diantar langsung ke Benteng Vredeburg saja. Sampai sana sudah ada Taqim, Edo, Pencenk, Nyamnyon, Si Bos, dan Mas Dika. Mereka lagi thenguk-thenguk di depan gerbang Gedung Agung. Loh, tapi kok lanang kabeh?! Waa.. Cantik sendiri dunk aku? Haha. Jijik. =p Tapi kata mereka nanti akan ada sosok wanita lagi yang datang. Asik. (Padahal dalam hati, wah ra sido ayu dewe ki! Wkwkw). Eh bener, ada Vivi datang! Dia anak SMA 2. Aku juga nggak kenal sebenarnya, tapi terus dikenalin. Hihi. Jadi malu. (Loh?) Untung dia cerewet, jadi aku nggak bingung ngajak ngomongnya. Habis itu Ayax juga datang, lagi. Iya, soalnya sebenarnya kan kumpul-kumpulnya sejak jam 3.30pm, dan tadi Ayax sudah datang, tapi dia pulang lagi, terus datang lagi yang pada akhirnya nanti pulang lagi. :D

Ngobrol-ngobrol, beli gulali, jalan-jalan, lapar, dan aku ditodong. Asem. Memang sih tadinya mau nraktir, cuma aku nggak tau kalau orangnya sak bajek kere. Untung bawa duit lebih. Huff. Jadilah kami berjalan dari benteng menuju tempat tujuan kami, KFC depan Malioboro Mall. Lumayan jauh sebenarnya, tapi karena beramai-ramai nggak begitu kerasa capeknya.

Sudah kenyang, jalan lagi ke Benteng Vredeburg. Sampai sana jam 9.30pm, penutupannya sudah selesai. Haha. Ya wis, duduk-duduk saja, ngobrol, ngirim-ngirim lagunya SKJ 94 yang lagi in itu loh, sambil setel mp3. Jam 10.30pm and it’s time to go home. Tapi aku nggak bawa helm! Huaa. Gawat. Gimana pulangnya nih? Edo mau nganterin, karena kami searah dan dia tahu jalan yang nggak ada polisinya. Tapi karena harus lewat perempatan Pos Besar, Edo yang masa berlaku SIM-nya habis nggak berani boncengin, takut kalau ketilang dobel. Akhirnya bonceng Mas Dika dulu deh. Sampai Taman Pintar baru ganti boncengan. Ckck, sudah kayak apaan saja. Haha.

Wah, ternyata seru juga ya nggak pake helm? Harus muter-muter dulu soalnya, biar nggak lewat daerah rawan. Hehe. Asik-asik. Pengalaman pertama nih, pulang tanpa helm dari 0 km-nya Jogja sampai Condongcatur! Ahaha. Seru-seru! Tapi biarpun begitu kepalaku jadi dingin. Huhu.

Atas Ki-Ka: Si Bos, Mas Dika, Ayax, AKU, Vivi, Pencenk
Bawah: Nyamnyon. Foto kiri no Edo, foto kanan no Taqim

Tapi overall kemarin hari yang menyenangkan. Ke Solobaru dan bermain! Soalnya biasanya main sama mereka cuma di sekolah saja, sekarang keluar bareng. Hehe. Ayo kapan kita ke mana lagi, teman! Liburan masih panjanggg!! :)

My 19th Birthday ^^

Alhamdulillah, aku dikasih kesempatan hidup sampai usia segini (katanya umur sama usia itu beda..). Terima kasih ya Allah, atas hidup dan nikmat yang Engkau beri yang sungguh luar biasa untukku. Alhamdulillah.

Dan hari ini asik sekali teman-teman. Semalam ada Eightivity, pensi tahunan Delayota. Ah, adek-adek kelasku memberi kado ulang tahun buatku rupanya. (GR!=p) Bintang tamunya Idola Remaja, SKJ 94, dan Souljah. Sudah lama nggak goyang, mosing-mosingan, jadi sangat menikmati bergoyang deh semalam. Hihi. Sampai jam 11.30pm acaranya baru selesai. Memang sudah tahu sih, bakalan pulang malam, jadinya sengaja cari tebengan. Haha. Pulangnya di jalan sudah ganti tanggal. Suit-suit! Padahal aslinya aku baru lahir waktu Maghrib lo, jadi seharusnya ya belum ulang tahun. Tapi ah, namanya juga ganti tanggal, nggak peduli deh lahir jam berapa. Ya kan?

KEJUTAN PERTAMA. Dari mama dan adekku. Pulang pensi, mau tidur ke kamar mandi dulu, cuci muka, sikat gigi. Keluar kamar mandi mereka berdua teriak, “Hepi bersdey mbak Tya!!”. Kirain udah pada tidur, ternyata belum. Ucapan selamat disertai doa dari mama. Asik, doanya banyak. Diaminin saja deh. Hehe.

Habis itu, bka HP sudah ada beberapa SMS. Hore! Dibales dulu deh, setidaknya mengucapkan terima kasih dan mengamini doa (kalau ada). It’s time to sleep. Zzz..

Bangun tidur, lihat HP ada 7 SMS, alhamdulillah. Sampai siang masih masuk aja SMS-nya. Senang, senang! Ternyata masih banyak yang perhatian sama aku. Hehe. Karena nggak punya kegiatan, ya sudah, ngenet saja, sambil nyanyi-nyanyi. Eladalah, tepat tengah siang ada……..

KEJUTAN KEDUA! Kyaa! Yusrina, Ria, Nisa, Ussy, dan Ian datang membawa muffin (yang awalnya kukira brownies) dengan lilin berangka 19 menyala di atasnya. Wa, kaget banget! Nggak nyangka teman-teman SMP yang datang! Habisnya sejak beberapa hari yang lalu, setiap ketemu online diingatkan ditagih traktiran terus, jadi sudah terpatri bahwa mereka adalah sosok-sosok negatif yang harus dihindari. Haha. Tapi ternyata mereka tidak sejahat itu kok. Ya, meskipun setelah makan salad sayur, snacks, dan muffin mereka tetap saja menagih traktiran. Hehe. Oya, mamaku ternyata sudah menyiapkan blackforest untukku. Senangnya. Jadilah kami makan kue dulu, sebelum akhirnya kami sepakat untuk lanjut ke Moviebox baru di Seturan tanpa Ian. Dan karena film baru mulai jam 3pm dan selesai jam 5pm lebih (sempat ganti film dengan alasan dirahasiakan), kami Yusrina harus segera pulang. Ya sudah, nggak makan-makan deh. Hehe. Kapan-kapan saja yaa..

Pulang, mandi, online. Sempat minta-minta foto ke Nisa dan Yusrina. Rencananya setelah itu mau langsung update blog, tapi tiba-tiba lampu mati, glek! Sial. Padahal baterai laptop sudah menipis. Wah, alamat telat update blog nih. Tapi tiba-tiba…….

“Hepi bersdei simbah, hepi bersdei simbah, hepi bersdei, hepi bersdei, hepi bersdei simbah..”. Huaaaa, KEJUTAN KETIGA! Dari arah ruang tamu Bela dan Tomat membawa lilin angka 1 dan 9 yang menyala. Ya ampun, masangnya dibalik! Sial memang mereka. Setelah itu Ulya masuk membawa kado. Lanjut Dhita. Salam-salaman dulu, ah. Habis itu lampu menyala. Dan ternyata Surip pelaku mati listrik tadi. Dasar nakal memang dia. Ke ruang tamu, wah, ternyata sudah ramai. Ada Queenty, Badrun, Bagus, Bayu, dan bahkan membawa anak baru, Cimol. Hore, hore! Senangnya semua kumpul. Asiikk. Selanjutnya kami hanya melakukan ritual seperti biasa, bercanda, guyon, gojek kere (podho wae), makan snacks, blackforest, dan puding. Tapi Bela yang sudah duluan dijemput Mas Gen jadi nggak ikut makan puding deh. Hehe. Sebenarnya disuruh mama mengajak mereka makan sih, tapi sepertinya pada ragu-ragu, karena mungkin memang sudah agak terlalu malam ya. Meskipun sebenarnya Cimol dan Surip kayaknya lapar. Maaf ya. Jadi besok kapan-kapan ditagih saja deh. Hehe. Sayang mereka cuma satu jam di rumah. Dhita sudah harus pulang katanya. Yang lain juga akhirnya ikut-ikutan pamit. Jam 10.30pm mereka pulang.

Ah, ulang tahun yang menyenangkan. Kupikir karena ini bukan switseventin jadi SMS atau telfon sudah cukup. Bukti mereka masih ingat dan perhatian padaku nggak perlu muluk-muluk. Aku sendiri menghindari berkhayal ada surprise-surprise -an begini, takut kecewa! Haha. Tapi teman-temanku memang baik, baiiiiiikkkk sekali. I never thought this before, guys. You make me real in this grey world. Dan terima kasih tak terhinggaku untuk-Nya, atas pemberian segalanya yang tak ternilai bagiku. Terima kasih ya Allah, terima kasih, alhamdulillah, alhamdulillahirobbil’alamin. :)

Welcome my nineteen, goodbye my eighteen, where I found some parts of my self in this recent year.