#galau(sahabat)

Sebenarnya malam ini saya niat mau cari judul skripsi. Sudah saya buka pdf skripsi kakak angkatan yang so inspiring! Tapi dasar jadi nakal, iseng buka profile Facebook dan taraaa..ada wall dari Monik, sobit lama. Nyebelin (isinya) tapi jadi ngangenin (i hate this feeling ;p).

Ga cukup sampai di situ, saya tambah iseng menggunakan fasilitas See Friendship. Dan well, saya tambah kangen sama dia. Saya baca wall post kami, berikut komen-komennya yang mostly juga diisi oleh teman-teman SMA. Kangen saya membludak dan ngga cuma sama dia.

Baca posting setahun yang lalu, di mana kami semua sama-sama sibuk tapi selalu berusaha sekuat tenaga meluangkan waktu untuk bertemu. Berdua, bertiga, berbanyak.. Jaman-jaman saling hina idealisme yang terbentuk karena aktif di lembaga kampus. Hoax ga akan KKN tahun ini. Dan yang tidak pernah luput: lovelife. But afterall, posting paling banyak isinya cuma bikin janji kapan bisa ketemu. :) )

Jadi pengen skripsi “Masa SMA, Masa Terindah: Faktor Budaya atau Psikologis?”. Terus nanti study case diri sendiri –> ngawur :p

psst.. mau tahu kenapa saya sangat sayang mereka? sobit saya menuliskannya dengan sangat cantik. setahun yang lalu. tapi kami terus begitu sampai sekarang. sampai kapanpun akan begitu.

nggalau gara2 PKKP

belajar PKKP (pendidikan konseling keluarga dan perkawinan) = belajar membangun keluarga. membuat diri semakin tersadar, kalau sudah waktunya kelak, harus bisa menjadi istri yang baik sehingga bisa dicintai dan mencintai sepenuh hati, menjadi ibu yang baik yang membiarkan anak-anaknya tumbuh as what they want. panteslah kalau teman saya ada yang pernah bilang, “aku ngga mbayangin yak, kalau besok suamiku bukan orang psikologi”. hahaha.. ada benarnya kata2 itu. tapi kalau jodohnya bukan orang psikologi ya berarti ada tanggung jawab mengajari. ;)

itu sebabnya pasangan yang dipilih harus sholeh/ah. orang yang sholeh/ah pasti tahu kewajiban dan hak yang menyertai setiap peran. tahu rambu-rambu berperilaku. tahu tujuan kehidupan. tahu bahwa ada yang namanya nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. tahu bahwa dilarang yang namanya tak mau tahu. sehingga tanpa perlu mendikte, keturunan yang dicetak pun akan berjalan di relnya sendiri. kalau cuma masalah finansial, orang sholeh/ah tahu bahwa itu wajib hukumnya mengusahakan dengan jalan yang baik. kalau cuma masalah keturunan, orang sholeh/ah tahu apa yang harus dipertahankan dan dibuang dalam dirinya sebagai akibat didikan keluarga. kalau cuma masalah fisik.. ah orang sholeh/ah pasti ganteng dan cantik, (setidaknya) hati dan imannya :)

 

*opolah bgt.. hha. ayo2 lanjut belajaaarrnyaaaa… UAS oh UAS.. take home oh take home.. gonna beat you tonite!!

conservative

barusan melihat foto dua teman saya di depan BIG BEN! man, ngiler! semoga juga bisa menginjakkan kaki di sana. atau di belahan bumi lain manapun. dan fotonya ngga sendiriiii… #eaaaa.. ;p

(saya jadi konservatif abis sejak semakin menyadari bahwa yang terjaga itu semestinya dijaga. hehehe. ^^v  hey, someone out there, thanks for remind!)

how does the time fly

Baru saja saya membuka halaman facebook rekan saya di fakultas Teknik. Ternyata dia (sepertinya) baru saja melakukan seminar Kerja Praktek. Hm.. Padahal masih hangat-hangat kuku di ingatan saya, “kakak-kakak” saya dulu juga melakukan seminar yang sama. Saya ingat mereka setelah yang OH YEAH gela! (bayangkan kemeja biru tua dipadan dengan dasi soft-pink, yang lain pake kemeja putih dasinya merah gonjreng, tp yang satu lebih pinter dengan memadukan kemeja abu-abu tua dengan dasi abu-abu muda :D ) Tau-tau teman seangkatan saya sudah ada yang seminar juga. Tau-tau dua orang yang saya sebut tadi udah married aja (bareng pula! ckck).

Tau-tau..

sabar.(..?)

ya. saya memang tidak punya alasan untuk tidak sabar. maka memang sudah seharusnya saya lebih sabar.

 

 

terima kasih sudah mengingatkan. :)

(dan emm.. bolehkah saya berdoa agar tak lagi memikirkan ini? karena sepertinya cuma saya yang memikirkannya. it is unfair. deal?)