<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berbagai Sisi Seorang Tya</title>
	<atom:link href="http://tyaa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tyaa.wordpress.com</link>
	<description>tulisan terkadang lebih jujur daripada yang terlisan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 14:50:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tyaa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berbagai Sisi Seorang Tya</title>
		<link>http://tyaa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tyaa.wordpress.com/osd.xml" title="Berbagai Sisi Seorang Tya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tyaa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>kita dan doa</title>
		<link>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/24/kita-dan-doa/</link>
		<comments>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/24/kita-dan-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 14:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[perkawanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyaa.wordpress.com/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[sungguh. demi DIA yang selalu kita tuju. hanya DOA yang bisa menyatukan kita. sebanyak-banyaknya. sebanyak-banyaknya. berharap kita bersua tanpa harus raga memeluk raga. cukup jiwa menyambungkan rasa. cukup DIA yang menyatukan kita. aku hanya ingin kita sama-sama ditunjukkan. dituntun. dibimbing. dicerdaskan memilah yang haq dan yang batil. sama-sama meyakini, tujuan yang baik tetap harus dicapai dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=774&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">sungguh.</p>
<p style="text-align:center;">demi DIA yang selalu kita tuju.</p>
<p style="text-align:center;">hanya DOA yang bisa menyatukan kita. sebanyak-banyaknya. sebanyak-banyaknya.</p>
<p style="text-align:center;">berharap kita bersua tanpa harus raga memeluk raga. cukup jiwa menyambungkan rasa. cukup DIA yang menyatukan kita.</p>
<p style="text-align:center;">aku hanya ingin kita sama-sama ditunjukkan. dituntun. dibimbing. dicerdaskan memilah yang haq dan yang batil. sama-sama meyakini, tujuan yang baik tetap harus dicapai dengan cara yang baik. yang tidak mendzolimi.</p>
<p style="text-align:center;">kebaikan yang kau tuju, (seharusnya) tidak akan pernah menutupi kebaikan yang lain kalau kau percaya. dan, kalaupun ternyata tidak sebaik itu, kita sama-sama berkewajiban mengingatkan. bukan meniadakan.</p>
<p><em>atau memang begitukah pemahamanmu? entah. aku hanya ingin kau tahu, kalau ingin lebih kuat dengan menghindar, maka jangan berharap banyak. mereka yang berani menghadapi kenyaataanlah yang akan menang dalam setiap pertempuran.</em></p>
<p>sampai jumpa dalam DOA, kawan!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyaa.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyaa.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyaa.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyaa.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyaa.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyaa.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyaa.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyaa.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyaa.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyaa.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyaa.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyaa.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyaa.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyaa.wordpress.com/774/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=774&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/24/kita-dan-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2744d420bc99d737eec767c7aa2d5046?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tiul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(haruskah?) Cerita Haji: Balasan atas Perbuatan</title>
		<link>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/22/haruskah-cerita-haji-balasan-atas-perbuatan/</link>
		<comments>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/22/haruskah-cerita-haji-balasan-atas-perbuatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 13:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyaa.wordpress.com/?p=772</guid>
		<description><![CDATA[Saya suka kalau diajak orang tua tilik haji atau mengunjungi orang yang pulang haji. Biasanya, di sana ngga hanya akan mendapat oleh-oleh kurma atau air zam-zam, tapi juga cerita-cerita “mistis”. Nah, ini bagian favorit saya. Banyak cerita yang menghikmahkan di sana, di tanah haram, segala sesuatu akan langsung mendapat balasan. Ngelempar akan dilempar. Nyerobot akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=772&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya suka kalau diajak orang tua tilik haji atau mengunjungi orang yang pulang haji. Biasanya, di sana ngga hanya akan mendapat oleh-oleh kurma atau air zam-zam, tapi juga cerita-cerita “mistis”. Nah, ini bagian favorit saya.</p>
<p>Banyak cerita yang menghikmahkan di sana, di tanah haram, segala sesuatu akan langsung mendapat balasan. Ngelempar akan dilempar. Nyerobot akan diserobot. Ngga hanya yang kita lakukan di sana, tapi perbuatan-perbuatan kita di Indonesia juga akan dibalas di sana. Ada yang ketika di tanah air pelit, di sana ndilalah ketodong orang uangnya diminta. Yang ketika di Indonesia suka menghambat perkembangan orang lain, di sana dipersulit, tersesat. Yang baik-baik juga gitu. Di sini suka sedekah, di sana dapet makanan melimpah. Di sini suka nolong orang, di sana tahu-tahu ketemu jalan. Yang seru juga biasanya, bukan pada balasan-balasan atas tindakan-tindakan real, tapi bahkan suara bisikan hati saja bisa terbalas. Banyak deh, MasyaaAllah..</p>
<p>Tapi sebenernya ya, saya rasa itu karena memang efek menginjakkan kaki di sana besar aja. Gimana engga, itu kan tempat mustajab. Connecting to Allahnya talinya gede. Sebenernya mah di sini juga gitu, cuma efeknya ngga terasa besar. Coba deh misalnya yang paling saya amatin itu kalau lagi di jalan raya. Beda lo, kalau sebelum berangkat kita sholat Dhuha dulu sama engga. Di jalan, tau-tau aja bisa pas banget rodanya menghindari lubang. Atau ngga pas aja gitu lampunya ijo, jadi bisa bablas. Masa iya kebetulan? Ya Allah lah yang merencanakan. Kalau ngga sholat Dhuha dulu bisa aja kejeglong di lubang, atau pas sampe bangjo pas banget lampunya ganti merah, jadi mesti nunggu 90 detik. Ngga mesti di Mekah atau Madinah, kalau kita peka, sebenernya di Indonesia, di Jogjakarta juga gitu.</p>
<p>Saya kemarin tahun baruan di Gunung Ungaran sama temen-temen. Pernah ada sekali mbatin jelek, eh ngga nyampe 5 langkah, paha saya terantuk akar pohon gede. Lebam deh. Ya gitu, langsung ditegur sama Allah juga sebenernya. Cuma karena di sini (ngerasa) ga ada aura-aura ke-Tuhan-annya, jadi ngga paham kalau itu teguran. Dianggep ya biasa aja, kebetulan aja. Padahal kan Allah selalu ada, selalu ada.. Kitanya yang kadang ngga peka.</p>
<p>Jangan nunggu “dibales” di Al Mukaromah deh, serem, pasti bakal lebih ekstrim. Di sininya nabung yang baik-baik, biar dibales superduper ekstrim baik juga di sana. Hehe.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyaa.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyaa.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyaa.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyaa.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyaa.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyaa.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyaa.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyaa.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyaa.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyaa.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyaa.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyaa.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyaa.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyaa.wordpress.com/772/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=772&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/22/haruskah-cerita-haji-balasan-atas-perbuatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2744d420bc99d737eec767c7aa2d5046?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tiul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It is About: How to Dream</title>
		<link>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/22/it-is-about-how-to-dream/</link>
		<comments>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/22/it-is-about-how-to-dream/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 01:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyaa.wordpress.com/?p=770</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya sedang baca daftar mimpi saya tahun ini. Eh, jadi inget jaman-jaman SMP. Kenapa? Baca aja.. Waktu-waktu SMP adalah waktu-waktu labil. Ababil, kalau istilah sekarang, abege labil. Namanya juga beranjak remaja, rasa hatinya beda. Ngerasa udah gede, ngerasa udah bisa menikmati yang dulu, pas masih anak-anak, ga boleh dinikmati. Kaya misalnya majalah remaja. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=770&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya sedang baca daftar mimpi saya tahun ini. Eh, jadi inget jaman-jaman SMP. Kenapa? Baca aja.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Waktu-waktu SMP adalah waktu-waktu labil. Ababil, kalau istilah sekarang, abege labil. Namanya juga beranjak remaja, rasa hatinya beda. Ngerasa udah gede, ngerasa udah bisa menikmati yang dulu, pas masih anak-anak, ga boleh dinikmati. Kaya misalnya majalah remaja.</p>
<p>Saya inget tuh, dulu di kelas saya ada dua orang yang “jatah” beli majalah remaja mingguan. Satunya Kawanku, satunya majalah Gadis. Kawanku jatahnya Mila, sekarang anak KU UGM, sedangkan Gadis jatah saya. Isinya kebanyakan trend-trend fashion, berita-berita selebriti dalam maupun luar negeri. Kami bacanya giliran. Pasti ada nomer antriannya. Sepertinya hampir semua anak perempuan di kelas saya baca, jadi ya nomer antrinya panjang. Kalau udah dapet nomer bontot-bontot, biasanya nyerah untuk pinjem besoknya aja. Hehe..</p>
<p>Kayaknya dulu temen-temen saya bukan fashionista, jadi gambar-gambar baju atau tatanan rambut juga make up ya cuma diliat aja. Seneng ngeliatnya aja, tanpa pernah sekalipun dipraktekkan. Haha.. Bisa-bisa jadi gunjingan juga sih kayaknya kalau sampe dipraktekkan. Norma kami: <strong>be simple</strong>. Selain itu, yang paling sering kami lihat itu cerpennya. Aneh-aneh ceritanya. Kadang horor juga. Tapi lumayan mengusir kejenuhan, daripada baca buku pelajaran. Ups! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ada nih, rubrik paling menarik di semua majalah remaja: ZODIAK! Hahaha.. Siapa sih yang ngga baca rubrik ini? Meskipun paling sedikit paragrafnya, tapi kayaknya justru ini yang jadi incaran untuk dibaca. Kehidupan kita selama seminggu ke depan “ditentukan” di rubrik zodiak itu, atau kalau lagi tahun baru biasanya ada bonus khusus ngomongin zodiak selama setahun. Inget serunya baca kesehatan, keuangan, dan asmara menurut zodiak kita. Kadang juga ada yang membahas zodiak si doi (apa deh bahasanya, haha).</p>
<p>Kadang kalau ramalannya bagus, kita suka percaya-percaya aja. Di-amin-in. Tapi kalau jelek, ada dua reaksi. Yang satu bakal menolak, “Ah, cuma ramalan ini” atau ada yang ketakutan “Wah, gimana nih kalau beneran?”. Nah, kalau ramalan bagus tadi, kadang suka ditunggu kejadiannya selama seminggu itu. Kapaan, kira-kira itu terjadi. Apalagi kalau di bagian asmara dibilang: si doi merhatiin kamu tuh.. Atau: siap-siap aja diajak jalan sama doi. Hahaha.. Kita bakal ngerasa sangat yakin bahwa itu benar-benar akan terjadi. Kalau terjadi, kita jadi makin percaya sama ramalan zodiak di majalah itu. Kalau ngga terjadi, santai saja bilang, “Yah, namanya juga cuma ramalan,”.</p>
<p>Nah, harusnya begini nih kita meyakini mimpi kita.</p>
<p>MIMPI. Cita-cita, asa, harapan.</p>
<p>Makanya kenapa saya nulis paragraf pertama, pas lagi liat daftar mimpi keinget excitingnya baca zodiak pas SMP. Kita yang bikin mimpi kita, kita yang meyakini sendiri. Yakin sebenar-benarnya. Haqqul yaqiin bahwa itu akan terjadi. Setelah yakin, doa, minta sama Allah. Terus usaha. Kalau kejadian ya alhamdulillah, kalau engga ya yakin aja bahwa itu yang terbaik buat kita di mata Allah. Mungkin kalau kejadian malah gimana-gimana kan bahaya.. Paling ngga bisa bilang, “Yang penting kan udah usaha,”.</p>
<p>Saya pernah diramal tanpa diminta. Ramalannya jelek dan itu bikin saya takut. Takut kalau itu terjadi. Beneran, saya sampai nangis gara-gara ramalan itu. Masalahnya, yang dia ramalkan itu kebalikan dari sedang saya inginkan. Akhirnya, pasrahin deh sama Allah. Ngadu sambil sesenggukan. Minta dikasih yang terbaik. Eh nyatanya ngga kejadian tuh. Keinginan saya tetap terkabul, alhamdulillah. Habis kejadian itu, saya mikir, kenapa saya bisa percaya sama ramalan orang itu ya, padahal itu cuma ramalan, mana saya ngga minta lagi. Ternyata malah keinginan saya yang dikabulin sama Allah.</p>
<p><strong><em>Deg!</em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong><em>Iya, ya, harusnya kepercayaan saya sama mimpi saya, sedalam keyakinan terhadap ramalan.</em></p>
<p><em></em>Anggap saja apa-apa yang kita tulis sebagai mimpi itu ramalan. Ramalan baik tentang masa depan kita sendiri. Kita yang menulis, Allah yang menyempurnakan. Cita-cita baik itu, kalau melibatkan Allah, bisa terjadi jauh lebih baik atau diganti dengan yang lebih baik. intinya: pasti berujung baik.</p>
<p>Mana kan ngga boleh percaya ramalan-ramalan orang. Zodiak-zodiak begitu. Bisa-bisa sholat dan amal kita selama 40 hari ngga diterima sama Allah. Naudzubillah.. Kalau beli majalah atau tabloid kuatkan diri untuk ngga baca. Ah, kan ngga langsung percaya, cuma pengen tahu aja. Sama lah, untuk tahu juga pake mikir kan, diproses di otak kan, berarti ramalan itu pernah singgah di diri kita juga kan, kan otak bagian dari jasad kita. Kejadian atau ngga, bakal kepikiran juga kan? Gimana caranya, padahal itu yang paling menarik biasanya? Usaha-usaha! Matanya dijaga. Dilewatin halamannya. Jangan sampai deh, gara-gara separagraf-dua paragraf, kita kehilangan 40 hari ibadah kita. Saya pernah futur (lagi lemah iman) minta ditarot. Nyeselnya luar biasa. Meskipun usaha taubat, tahu bahwa 40 hari amal kita menguap begitu saja itu, sakit banget rasanya. Ampun ya Allah, ngga lagi-lagi. <em>&#8220;Yaa muqollibal qulub, tsabit quluubana, &#8216;alaa dinik, &#8216;alaa tho&#8217;atik, &#8216;alal imaan&#8221;</em>. Kau yang membolak-balikkan hati ini, tetapkan kami dalam beriman kepada-Mu.</p>
<p>Mumpung masih Januari, bikin daftar mimpi tahun ini masih belum telat kok. Siap bermimpi? Siap meramalkan kebaikan masa depan kita sendiri? Yuk, bismillaah..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyaa.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyaa.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyaa.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyaa.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyaa.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyaa.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyaa.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyaa.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyaa.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyaa.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyaa.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyaa.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyaa.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyaa.wordpress.com/770/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=770&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/22/it-is-about-how-to-dream/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2744d420bc99d737eec767c7aa2d5046?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tiul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mati Lampu</title>
		<link>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/19/mati-lampu/</link>
		<comments>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/19/mati-lampu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 23:07:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[my daily]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyaa.wordpress.com/?p=766</guid>
		<description><![CDATA[Semalam mati lampu. Sebentar. Mungkin tidak ada lima menit. Tapi, mati lampu semalam menjadi &#8220;istimewa&#8221; buat saya. Kenapa? Karena saya sedang di kamar mandi. Tinggal wudhu, cuma tinggal wudhu, eh mati lampu. Saya bukan orang yang penakut. Artinya, saya juga tidak takut gelap. Hanya saja, semalam perasaan saya tidak nyaman. Di kamar mandi, ruangan kecil, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=766&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam mati lampu. Sebentar. Mungkin tidak ada lima menit. Tapi, mati lampu semalam menjadi &#8220;istimewa&#8221; buat saya. Kenapa? Karena saya sedang di kamar mandi. Tinggal wudhu, cuma tinggal wudhu, eh mati lampu.</p>
<p>Saya bukan orang yang penakut. Artinya, saya juga tidak takut gelap. Hanya saja, semalam perasaan saya tidak nyaman. Di kamar mandi, ruangan kecil, ditemani suara kecipak air, dan gelap. Bayangan saya jadi aneh-aneh. Jangan-jangan di belakang saya ada apa, jangan-jangan kaki saya ada yang megang. Serem. Tiba-tiba saya takut. Mencoba mencari cahaya dari lubang ventilasi di atas pintu namun tidak berhasil. Belum ada lilin dinyalakan di luar sana.</p>
<p>Saya merasa buta.</p>
<p>Dan terbayang oleh saya keadaan lubang kubur. Yang mana pasti juga gelap. Yang mana jauh lebih sempit. Badan saya terhimpit. Belum lagi ditemui oleh Munkar Nakir. Hoaaa&#8230; &gt;,&lt;</p>
<p>Tiba-tiba ada cahaya. Ada lilin yang sudah dinyalakan di luar. Alhamdulillah.. Cuma setitik, cuma sedikit. Tidak sampai menerangi ruang kamar mandi. Tapi saya merasa begitu lega. Begitu bersyukur. Saya tidak buta.</p>
<p>Cerita mati lampu seperti ini pernah saya dapat dari Mama, dulu. Beliau bilang,</p>
<blockquote><p>&#8220;Mungkin, orang yang ngga punya amal di dunia akan merasa begitu, takut dalam kegelapan kubur. Tapi pasti beda dengan mereka yang punya bekal akhirat. Kuburnya terang, ga perlu takut,&#8221;</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>*peluukkk mamaa*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyaa.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyaa.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyaa.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyaa.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyaa.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyaa.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyaa.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyaa.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyaa.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyaa.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyaa.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyaa.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyaa.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyaa.wordpress.com/766/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=766&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/19/mati-lampu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2744d420bc99d737eec767c7aa2d5046?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tiul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iman di Atas Segalanya</title>
		<link>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/17/iman-di-atas-segalanya/</link>
		<comments>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/17/iman-di-atas-segalanya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 23:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[perkawanan]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyaa.wordpress.com/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Iman di atas segalanya&#8221; Kalimat ini saya temukan di deskripsi seorang penulis blog (yang akhirnya membuat blog)! Umii. Wahyu Pangesty Utami. Tiba-tiba saya terdiam. Berpikir, merenung. Sekilas teringat lagi pertemanan saya dengannya. Persahabatan kami, persaudaraan kami. Lingkaran yang menyatukan saya dengannya, sampai sekarang masih terasa begitu melekat di hati. PSDM. Padahal kami sudah tak mengenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=761&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Iman di atas segalanya&#8221;</p>
<p>Kalimat ini saya temukan di deskripsi seorang penulis blog (yang akhirnya membuat blog)! Umii. Wahyu Pangesty Utami.</p>
<p>Tiba-tiba saya terdiam. Berpikir, merenung. Sekilas teringat lagi pertemanan saya dengannya. Persahabatan kami, persaudaraan kami. Lingkaran yang menyatukan saya dengannya, sampai sekarang masih terasa begitu melekat di hati. PSDM. Padahal kami sudah tak mengenal rapat rutin lagi. Jangankan rapat rutin, bertemu fisik saja sulit. Raga kami sudah terpisah. Jauh. Butuh waktu khusus untuk bisa bertemu. Yang entah kapan lagi..</p>
<p>Iman di atas segalanya.</p>
<p>Mungkin ini yang membuat kami dekat. Dulu, kami dasarkan pertalian ini atas nama iman. Tidak hanya dengannya, dengan seluruh makhluk di lingkaran waktu itu. Nadia, Uzzy, Retno, Taqim, Iwan, Mas Dayat, Mas Ridho. Kami pertautkan apa yang kami lakukan atas nama ibadah kepada Tuhan. Dan Ia membalasnya dengan pelukan persahabatan. Cita-cita kami, reuni terakhir di surga nanti.</p>
<p>Akhir-akhir ini, saya merasakan lagi getaran seperti itu. Bekerja tidak hanya dengan otak dan energi, tapi terasa sampai ke hati. For sure. Saya amati lagi, mungkin alasan yang sama dengan lingkaran yang dulu: iman di atas segalanya. Belum, kami belum sampai pada cita-cita reuni di surga memang, tapi saya tahu, iman menyatukan kami. Menyentuh sampai hati. Lingkaran ini, belum paripurna dari tugasnya. Tapi saya tahu, kelak ketika tiba di penghujung masa, ada yang tak dapat saya lepaskan dari mereka. Ruangan hati saya, tersekat lagi oleh mereka. Fikri, Ardian, Ilma. Dan Mas Firman, meski ia ada di Jakarta. Saya tahu, saya akan rindu pada pembahasan tentang jam tidur, cara makan, kisah-kisah sahabat, lagu-lagu, iluminati, yang secara ringan mendistraksi konsentrasi kerja kami. <em>Hehe..</em></p>
<p>Saya<em> semakin</em> paham.</p>
<p>Sekali lagi. Iman (memang harus) di atas segalanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyaa.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyaa.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyaa.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyaa.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyaa.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyaa.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyaa.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyaa.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyaa.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyaa.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyaa.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyaa.wordpress.com/761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyaa.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyaa.wordpress.com/761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=761&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/17/iman-di-atas-segalanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2744d420bc99d737eec767c7aa2d5046?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tiul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Itu Pilihan</title>
		<link>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/07/hidup-itu-pilihan/</link>
		<comments>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/07/hidup-itu-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 16:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyaa.wordpress.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali saya berpikir tentang &#8220;peta-hidup&#8221; kita yang sudah digambar Allah. Katanya kita yang mengubah nasib kita, tapi Allah tetap penentunya. Saya bingung. Awalnya. Tapi kemudian saya mencoba membayangkan bahwa hidup kita mungkin seperti teknologi masa kini: hyperlink. Setiap kita memilih suatu pilihan akan membawa kita pada halaman baru yang di sana terdapat hyperlink yang lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=759&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali saya berpikir tentang &#8220;peta-hidup&#8221; kita yang sudah digambar Allah. Katanya kita yang mengubah nasib kita, tapi Allah tetap penentunya. Saya bingung. Awalnya. Tapi kemudian saya mencoba membayangkan bahwa hidup kita mungkin seperti teknologi masa kini: hyperlink. Setiap kita memilih suatu pilihan akan membawa kita pada halaman baru yang di sana terdapat hyperlink yang lain yang harus kita pilih. Setelah memilih, masuk lagi ke halaman dengan hyperlink berikutnya. <em>Dan begitu seterusnya..</em></p>
<p>(Pikiran tolol <em>sih,</em> tapi toh melegakan).</p>
<p>Ini tentang: <strong>Hidup itu Pilihan.</strong></p>
<p>Dan ini tentang organisasi yang secara formal baru saja saya tinggalkan. Saya merasa, berjuang bersama mereka, memikirkan kebaikan orang lain lebih dari memikirkan kesejahteraan diri, adalah pilihan untuk merayap di tengah lumpur. Tanpa kita tahu, ada duri dan kerikil yang menggasak kulit. Tanpa kita sadar, ada lintah yang menempel dan menghisap darah.</p>
<p>Saya selalu bangga pada mereka yang rela berkubang dalam kepahitan. Yang mungkin hanya mengandalkan keloyalan tanpa ekspektasi. Yang terus mengasah gigi mempertajam taring. Yang bahkan belum tentu setelah <em>mentas</em> akan disuguhi air madu sebagai obat. Bukan yang sudah meneguk manis di awal dan akan terus menerus mencecap manis karena keadaan. Bukan yang tanpa perjuangan, yang hanya warisan.</p>
<p>..karena saya pernah ada di posisi eksklusif semacam itu. dan, itu melenakan.</p>
<p>Tapi bagaimanapun, Hidup Itu Pilihan. Menjadi eksklusif, mereguk berbagai gula, madu, dan sirup itu pilihan. Mau cepat, mau langsung, tidak pernah salah (toh ada jalannya). Yang jelas, buat saya, mencecap rasa manis hanya worth dilakukan oleh mereka yang berjuang dengan penuh kepayahan.</p>
<p><em>       &#8230;Hidup itu Pilihan,</em></p>
<p>Yang tidak memikirkan pribadi.</p>
<p><em>      &#8230;yang di setiap pilihan yang terpilih menunjukkan kualitas keimanan.</em></p>
<p>Yang (pada akhirnya) meyakini bahwa apa yang dilakukan semata demi Allah, demi tegaknya Laa ilaha illallah!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyaa.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyaa.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyaa.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyaa.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyaa.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyaa.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyaa.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyaa.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyaa.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyaa.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyaa.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyaa.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyaa.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyaa.wordpress.com/759/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=759&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/07/hidup-itu-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2744d420bc99d737eec767c7aa2d5046?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tiul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Kira?</title>
		<link>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/03/siapa-kira/</link>
		<comments>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/03/siapa-kira/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 16:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[petualangan]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyaa.wordpress.com/?p=756</guid>
		<description><![CDATA[1 November. Kubilang aku rindu hujan. Hujan yang mengisi sela rongga jari. Mungkin juga merembes dari jilbab ke ubun-ubun. Yang tetesnya tidak semua langsung dari langit tapi mampir ke batang-batang pohon dan pucuk-pucuk daun. Ketika kudongak kepala, terasa ujung-ujung jarum menotok wajahku secara alami. Saat kujulur lidah, seperti ada Pop Rocks meledak di permukaannya. Di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=756&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1 November.</strong> Kubilang aku rindu hujan. Hujan yang mengisi sela rongga jari. Mungkin juga merembes dari jilbab ke ubun-ubun. Yang tetesnya tidak semua langsung dari langit tapi mampir ke batang-batang pohon dan pucuk-pucuk daun. Ketika kudongak kepala, terasa ujung-ujung jarum menotok wajahku secara alami. Saat kujulur lidah, seperti ada Pop Rocks meledak di permukaannya. Di sana, entah di mana tepatnya, yang mampu membuatku merasa begitu kecil, begitu tak ada harga, begitu mensyukuri nyawa.</p>
<p>Siapa kira 1 Januari &#8220;doa&#8221; itu terkabul?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyaa.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyaa.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyaa.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyaa.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyaa.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyaa.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyaa.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyaa.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyaa.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyaa.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyaa.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyaa.wordpress.com/756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyaa.wordpress.com/756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyaa.wordpress.com/756/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=756&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyaa.wordpress.com/2012/01/03/siapa-kira/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2744d420bc99d737eec767c7aa2d5046?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tiul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini tentang Keadilan</title>
		<link>http://tyaa.wordpress.com/2011/12/11/ini-tentang-keadilan/</link>
		<comments>http://tyaa.wordpress.com/2011/12/11/ini-tentang-keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 10:44:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyaa.wordpress.com/?p=752</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mulailah mengasah hati. Ketika berkomunikasi, berdialoglah dengan hati mereka. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki hati nurani yang mengarah pada kebaikan. Jangan terganggu perilaku buruknya.&#8221; Begitulah kira-kira kalimat penutup yang disampaikan Dr. Bagus Riyono, M. A pada Islamic Psychology Class #4. Beliau adalah seorang dosen Psikologi Industri Organisasi yang juga concern pada perkembangan Psikologi Islam. Saya tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=752&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Mulailah mengasah hati. Ketika berkomunikasi, berdialoglah dengan hati mereka. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki hati nurani yang mengarah pada kebaikan. Jangan terganggu perilaku buruknya.&#8221;</p></blockquote>
<p>Begitulah kira-kira kalimat penutup yang disampaikan Dr. Bagus Riyono, M. A pada Islamic Psychology Class #4. Beliau adalah seorang dosen Psikologi Industri Organisasi yang juga <em>concern</em> pada perkembangan Psikologi Islam. Saya tidak bermaksud menceritakan bagaimana IPC hari ini berlangsung. Saya hanya ingin bercerita bahwa kalimat tersebut seketika mengingatkan saya pada kalimat lain:</p>
<blockquote><p>&#8220;Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.&#8221;</p></blockquote>
<p>Tahu kan kalimat siapa? Pramudya Ananta Toer dalam Bumi Manusia. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Kalimatnya <em>in line</em> ya? Karena memang,</p>
<blockquote><p>&#8220;Kita boleh membenci perilakunya, bukan orangnya.&#8221;</p></blockquote>
<p>Ya. Setiap manusia memiliki potensi berlaku baik maupun buruk. <em>When in a time we meet someone with annoying behavior</em>, percayalah, ia manusia yang PASTI punya kebaikan dalam dirinya. Berlakuadillah, kawan-kawan. <strong><em>Berlaku adil&#8230;</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyaa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyaa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyaa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyaa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyaa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyaa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyaa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyaa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyaa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyaa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyaa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyaa.wordpress.com/752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyaa.wordpress.com/752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyaa.wordpress.com/752/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=752&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyaa.wordpress.com/2011/12/11/ini-tentang-keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2744d420bc99d737eec767c7aa2d5046?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tiul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Izinkan aku mati&#8230;</title>
		<link>http://tyaa.wordpress.com/2011/12/11/izinkan-aku-mati/</link>
		<comments>http://tyaa.wordpress.com/2011/12/11/izinkan-aku-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 01:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tyaa.wordpress.com/?p=750</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, saya dengar lagi cerita, dari seorang istri yang ditinggal mati sang suami. Saat suaminya mulai hilang kesadaran, sang istri bertanya, &#8220;Pak, ini siapa?&#8221; sambil mencondongkan diri di hadapan suami. Ia juga menunjukkan anak mereka dan bertanya hal serupa. Apa yang kemudian dikatakan sang suami? &#8220; Allah.. Allah..&#8221; MasyaaAllah!! Izinkan aku mati seperti itu, ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=750&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin, saya dengar lagi cerita, dari seorang istri yang ditinggal mati sang suami. Saat suaminya mulai hilang kesadaran, sang istri bertanya, &#8220;Pak, ini siapa?&#8221; sambil mencondongkan diri di hadapan suami. Ia juga menunjukkan anak mereka dan bertanya hal serupa. Apa yang kemudian dikatakan sang suami?</p>
<blockquote><p>&#8220;</p>
</blockquote>
<p>Allah.. Allah..&#8221;</p>
<p>MasyaaAllah!!</p>
<p><em>Izinkan aku mati seperti itu, ya Rabb&#8230; :&#8217;)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyaa.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyaa.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyaa.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyaa.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyaa.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyaa.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyaa.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyaa.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyaa.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyaa.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyaa.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyaa.wordpress.com/750/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyaa.wordpress.com/750/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyaa.wordpress.com/750/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=750&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyaa.wordpress.com/2011/12/11/izinkan-aku-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2744d420bc99d737eec767c7aa2d5046?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tiul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya dan Gigi</title>
		<link>http://tyaa.wordpress.com/2011/12/05/saya-dan-gigi/</link>
		<comments>http://tyaa.wordpress.com/2011/12/05/saya-dan-gigi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 01:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tyaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[my daily]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tyaa.wordpress.com/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru saja operasi gigi. Ini kedua kalinya geraham bawah saya yang tumbuh melintang diambil paksa oleh dokter gigi. Sebenarnya tidak ada alasan khusus bagi saya untuk operasi, toh saya tidak pernah merasa terganggu dengan tumbuhnya gigi secara tak lazim. Saya cuma sangat patuh sama dokter gigi. Dari kecil saya suka kalau diajak ke dokter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=745&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru saja operasi gigi. Ini kedua kalinya geraham bawah saya yang tumbuh melintang diambil paksa oleh dokter gigi. Sebenarnya tidak ada alasan khusus bagi saya untuk operasi, toh saya tidak pernah merasa terganggu dengan tumbuhnya gigi secara tak lazim. Saya cuma sangat patuh sama dokter gigi. Dari kecil saya suka kalau diajak ke dokter gigi. Dari SD sampai SMP cita-cita saya adalah dokter gigi. Mungkin keputusan pasang behel dan operasi adalah dorongan tak sadar saya untuk pergi ke dokter gigi juga. ;p</p>
<p>Ada satu cerita yang ingin saya bagi. Setelah cerita ini, saya harap tidak hanya saya yang jadi rajin ke dokter gigi.</p>
<p>Jadi, beberapa hari sebelum operasi, saya mendengar cerita tentang efek dari gigi yang tidak terawat dari Nadia. Saat itu dia bertanya berapa harga pasang behel, saya pikir dia mau pasang. Dia malah cerita, ada temannya yang pasang behel 10 juta! EWW~ -__-&#8221; Saya tanya, keluhannya apa kok bisa pasang behel semahal itu. Ternyata, keluhan awalnya adalah masalah <strong>lambung!</strong> Lambung bekerja terlalu kuat karena ketidaksempurnaan proses kunyah di mulut. Lalu terjadilah revolusi besar-besaran di mulut teman Nadia tersebut. Wedeh, setahu saya pasang behel paling mahal saja 5 juta, ini 2x lipatnya.</p>
<p>Urusan gigi memang bukan sekedar urusan berlubang, gingsul, dan plak. Mama saya juga pernah mengalami bengkak di leher gara-gara gigi yang tidak beres. Setelah habis ratusan ribu (jaman 10 tahun yang lalu, mungkin kalau dikurskan sekarang jadi jutaan yaa), gigi beres, bengkak pun hilang. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Rasulullah pernah bersabda,<em>“Sumber dari segala penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu obat”</em> (H.R. Muslim). Dan Rasulullah juga &#8220;terlalu pintar&#8221; rupanya untuk tahu bahwa sebelum ke perut, ada gigi yang harus dilewati makanan. Kalau mengingat pelajaran Biologi, gigi adalah awal proses pencernaan. Ya kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <em>&#8220;Andai saja tidak memberatkan Ummatku, maka akan aku perintahkan (wajibkan) memakai Siwak setiap hendak wudhu”</em> (H.R. Bukhari).</p>
<p>So, perawatan gigi yang benar itu worth banget loh! Bukan sekedar tampil kece (wkwk) tapi juga untuk kesehatan, your whole health!</p>
<p>Cheers! *aduh, sakit! T.T</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tyaa.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tyaa.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tyaa.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tyaa.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tyaa.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tyaa.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tyaa.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tyaa.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tyaa.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tyaa.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tyaa.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tyaa.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tyaa.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tyaa.wordpress.com/745/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tyaa.wordpress.com&amp;blog=1111152&amp;post=745&amp;subd=tyaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tyaa.wordpress.com/2011/12/05/saya-dan-gigi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2744d420bc99d737eec767c7aa2d5046?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tiul</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
